![]() |
|||
|
Sunday, November 02, 2008
One of My Soul Therapy I swear to you I will always be there for you there's nothin' I won't do I promise you all my life I will live for you we will make it through Forever - we will be Together - you and me Oh n' when I hold ya nothin' can compare With all of my heart ya know I'll always be right there I believe in us Forever - we will be The more I get to know ya Together - just you and me
Ya know I really love ya - ..::Bryan Adams::.. uni Simply Stated at 04:13 pm silakan menulis di sini^_^ Permalink Sunday, July 20, 2008 Menulislah!
Menulislah.. maka engkau akan belajar mengenali dirimu. Mengenali emosi yang engkau rasakan. Mengenali kelemahanmu. Bahkan juga menggali kelebihanmu. Menulislah.. maka engkau akan tumbuh. Tumbuh melalui luasnya pengetahuanmu. Tumbuh melalui dalamnya pemahamanmu. Dan akhirnya tumbuh menjadi dirimu yang utuh. Menulislah.. Menulislah dengan jujur. Tentang apa yang engkau rasakan. Tentang apa yang engkau pikirkan. Dan tentang apa yang engkau lihat. Menulislah.. Tidak selalu tentang orang lain. Tak mengapa tentang dirimu. Tidak selalu tentang dunia luar. Tak mengapa tentang duniamu. Menulislah.. Menulislah dengan jujur. Dari hatimu yang terdalam. Dari itikad baik. Camkan itu!! // menulislah, uni.. semua puzzle terlalu sayang untuk dilewatkan begitu saja..aye?^_^ uni Simply Stated at 09:28 pm silakan menulis di sini^_^ Permalink Sunday, February 24, 2008 New Entry Weew.. berasa pulang ke rumah. Akhirnya saya menginjakkan lagi di dunia blog yang ternyata cukup lama saya tinggalkan. Ada kangen, ternyata. Tidak sengaja nda berkomentar, "Ade tu.. lama ga nge-blog.." Dan tersadar.. Kok iya yah? Ketidakhadiran saya di blog ini, bolehlah dikatakan sebagai kepergian. Dan kembalinya saya di sini, bolehlah dikatakan sebagai pulangnya saya. Tidak terlalu penting untuk saya. Dulu, pernah ada yang berkata kepada saya bahwa sahabat terbaik kita sebenarnya adalah suami/istri kita masing2. ketika itu, saya tidak menyangkal maupun mengiyakan. Setiap orang berhak berpendapat dan tidak masalah bagi saya. Setiap orang yang saya jumpai pun memiliki definisi tersendiri mengenai apa itu sahabat. Seiring dengan perjalanan saya, perjumpaan dengan mosaik-mosaik kehidupan saya telah memberikan makna tersendiri tentang sahabat. Sahabat adalah ksatria, yang tidak menuntut apa-apa dari diri kita. Sahabat adalah bukan mereka yang mengaku sahabat kita, namun justru mereka yang menerima apa adanya kita. Satu pun sudah cukup. Lebih dari cukup. Terima kasih, nda.. uni Simply Stated at 08:58 pm silakan menulis di sini^_^ Permalink Thursday, August 02, 2007 Seorang Mbak Suatu Siang Angkot itu baru terisi seorang penumpang, itu pun di sebelah sopir. Praktis, bangku penumpang di belakang sopir masih kompong melompong. Meski demikian, pak sopir tidak menunjukkan gelagat akan ngendon menunggu penumpang penuh di pertigaan parung-bingung yang sedang lengang. Bagus.
Sigap aku naik ke angkot itu dan sekilas sudut mataku menangkap seseorang juga tergopoh-gopoh menuju angkot yang kunaiki. Aku masuk dan mencari posisi ternyamanku di angkot. Sudut kiri belakang. Agak panas memang, karena matahari siang menerobos kaca belakang angkot itu. Tidak masalah untukku, toh matahari tidak selamanya ada di atas jendela itu. Panas sebentar mungkin bagus untuk membuatku terus terjaga dalam perjalanan ini. Seseorang yang kulihat dengan sudut mataku itu juga duduk di sisi yang sama denganku. Mengusik ritualku mencari posisi nyaman di angkot melalui teguran ramahnya, "Assalamu'alaikum, ukhti..". Ia mengajakku bersalaman. Baru kali itu kuperhatikan penuh ia yang memberi salam padaku, sembari kujawab salamnya dengan senyum heran. Seorang akhwat. Bergamis coklat, berkaus kaki hitam, berkerudung coklat. Tangan kanannya memegang plastik berisi roti isi coklat dan tangan kanannya menggenggam botol air mineral kemasan tanggung. Sebuah jam tangan yang feminin terlingkar di pergelangan tangannya. Matanya bergerak2 resah, meski ia menutupinya dengan menggigit roti di tangannya dengan lahap. Agak kekanakan penampilannya, namun bukan masalah untukku. Memberi salam sebenarnya bukanlah hal yang mengherankan. Hal yang baik, malah. Terlebih karena pada dasarnya kaum muslimin adalah saudara. Saling mendo'akan kebaikan saudara adalah hal yang sangat baik. Agak mengherankan untukku karena sikapnya menunjukkan betapa ia telah mengenalku sebelumnya. Susah payah kugali-gali memoriku tentang sosok ini namun aku tak kunjung menemukan sekeping memoriku tentangnya. Yasudahlah, mungkin aku akan mengingatnya perlahan. "Mbak, mau roti?" ia menawariku rotinya yang tinggal sekerat. Spontan, halus kutolak tawarannya karena aku tidak yakin pernah mengenalnya dulu. Terbersit ada yang aneh dengan mbak ini. Ah, jangan berprasangka. Nggak baik, uni.. Perjalanan dalam semilir udara siang menjadi sangat nikmat. Hingga tiba2 kudengar pekik semangat si mbak," Hidup ***!!! Hidup ***!!! Allahu akbar!!! Allahu akbar!!" Kupandangi lekat si mbak. Runtuh sudah keherananku semula. Terkembang senyum sayang padanya dan terucap rasa syukur atas keadaanku. Pekikannya menyadarkanku siapa ia. Seorang akhwat yang entah bagaimana ceritanya terbungkus fanatisme pada partainya hingga hilang kesadarannya. Orang bilang, ia menjadi gila. Aku selalu bertanya2, sebenarnya gila itu apa? Kulihat sopir memandang kaca spion tengah sambil mengkerutkan keningnya. Dan aku tersenyum maklum. Si mbak masih meneruskan kenyamanannya dalam dunianya.Pindah ke kursi belakang sopir dan mulai merebahkan badannya di jok penumpang yang panjang itu. Dan mulai berangkat tidur. Pak sopir tiba2 meminggirkan angkotnya dan turun membangunkan si mbak. Halus namun tegas mengatakan si mbak telah sampai di tujuannya untuk mengusirnya. Si mbak linglung mematuhi perintah pak sopir dan angkot pun kembali melaju tanpa si mbak. Seperempat jam perjalananku berikutnya diisi dengan analisis pak sopir tentang partai si mbak. (bersambung insya Allah.. mo ke dekanat dulu =D) uni Simply Stated at 03:19 pm silakan menulis di sini^_^ Permalink Monday, July 09, 2007 Luruh Berandai waktu dapat berputar kembali adalah suatu kebodohan mutlak, kecuali kita hidup dalam dunia Doraemon. Saya tahu itu tidak mungkin, tapi terkadang ada rasa ingin. Sekadar untuk menghapus satu episode kehilangan jiwa sendiri dan menyambung masa sebelumnya dengan setelahnya. Sekali lagi, saya tahu itu tidak mungkin. Lama saya membunuh pikiran itu lumat-lumat ketika sahabat baik saya mengajarkan untuk berdamai dengan kenyataan dan terus menyibak kebaikan di baliknya. Bersepakat bahwa apa yang terjadi pada masa itu adalah suatu keterpaksaan dan keterkungkungan yang sangat pantas untuk dilupakan. Namun, ternyata hanya saya yang mencoba melupakannya. Sambil dengan naifnya percaya ada orang lain yang dengan rela melupakan episode itu dan menganggapnya tidak pernah ada. Hingga saya hanya berdiri bingung ketika menyadari teman seperjalanan saya menjauh dan menjauh. Ternyata kami belum saling percaya untuk berjalan bersama. Kaki ini lumpuh ketika pasangannya memilih berjalan sendiri dengan menyebut alasan yang tercetus pada masa yang telah sepakat dilupakan. Semua menjadi limbung dan luruh. Dan sunyi. Tiba-tiba perandaian itu bangkit dari serpihannya. Membentur ketidakmungkinannya. Dan menyisakan tanya. Apakah ini waktunya saya harus mundur? Entahlah uni Simply Stated at 04:46 pm silakan menulis di sini^_^ Permalink Friday, May 18, 2007 Hujan Saya sedang marah. Sebenarnya saya
sendiri tidak tahu definisi emosi yang sedang saya alami. Hanya ada
perasaan serbatidak ada yang benar, teriris-iris, dan sesak mendesak.
Jika dalam kartun, mungkin di jidat saya sudah tertulis "dont disturb"
dengan huruf kapital dan tiga biji tanda seru. Rasanya ada air yang
ingin meluap deras, namun ternyata toh tidak bisa. Semenggelegak apapun
rasa yang ada, tetap saja tidak bisa tertumpah. Dan itu semakin membuat
saya marah.
Saya memutuskan untuk ke warnet dan menulis di sini. Bukan supaya dunia tahu saya sedang marah, namun lebih karena saya harus menumpahkan kemarahan saya pada sesuatu atau seseorang atau apapun itulah sesuatu di luar diri saya. Jika ternyata dunia tahu saya sedang marah, mungkin itu ada baiknya juga. Pertama, dont disturb me. Kedua, siapa tahu ada sisi lain dunia yang menawarkan tempat untuk sekadar duduk dan menikmati semuanya hingga kemarahan saya menguap. Begitulah. //hebat. hanya dengan suara, semuanya reda. Jadi? // sore ini memang hujan uni Simply Stated at 03:54 pm silakan menulis di sini^_^ Permalink Tuesday, April 17, 2007 Perhatikan, Uni Isteri yang sholihah, dialah yang qanaah. // dikutip dari blog mbak mutiara amiin.. uni Simply Stated at 02:52 pm eh ada yg nulis ^_^ (1) Permalink Monday, April 16, 2007 be Strong untuk semuanya semoga diberi kemudahan, semoga dijauhkan dari keburukan, semoga dilimpahi barokah amiin //teriring doa selalu dari jauh
uni Simply Stated at 12:54 pm eh ada yg nulis ^_^ (1) Permalink Saturday, April 14, 2007 Arti Sebuah Uni Uni. Nama itu sangat berkesan untuk saya. Hadiah kawan hidup saya dan saya selalu tersanjung jika ia memangil saya demikian. Uni. Bukan, saya bukanlah seorang minang. Namun entah mengapa nama itu dihadiahkan pada saya. Dan saya menerima hadiah itu dengan senang hati. Dengan makna yang begitu dalam. Uni. Banyak kisah yang menyertai nama itu. Dan insya ALLAH masih akan terus berlanjut. Apa adanya. Bukankah begitu seharusnya? He eh, uni pun berkata demikian. uni Simply Stated at 07:51 pm eh ada yg nulis ^_^ (1) Permalink Friday, April 13, 2007 Thanks a Lot Hari ini sungguh melelahkan. Ingin menulis tentang sebuah buku sederhana yang mengesankan. Tapi mungkin lain kali yah? Don't give up
// yes, i'm loved..thanks a lot for loving me uni Simply Stated at 05:43 pm silakan menulis di sini^_^ Permalink
|